Category Archives: 1. Cacing Tanah

New Sistem Digestive dan Enzim Pencernaan Cacing Tanah

Gambar anatomi cacing tanah

urutan organ pencernaan cacing tanah

*Di bawah ini akan dijelaskan mengenai urutan organ pencernaan cacing tanah,dari segmen nol sampai segmen terakhir.

*Saluran pencernaan cacing, berbentuk seperti tabung lurus dengan diameter variabel memanjang dari mulut ke anus.

Saluran pencernaan cacing tanah terdiri dari buccal cavity, faring, esofagus, gizzard, lambung dan usus.

Prostomium
~ Terletak di segmen nol

Mulut
~ Mulut terletak di segmen pertama (peristomium).
~ Bagian ini menjorok ke bagian dorsal oleh prostomium
~ mulut merupakan bagian perluasan peristomium.

Buccal Cavity:

~ Mulut mengarah ke buccal cavity berdinding tipis
~ Buccal cavity memanjang dari segmen pertama ke segmen ke-3.

Faring

~ Bucal cavity diikuti oleh faring yang memanjang hingga segmen keempat.
~ Pada langit-langit faring, terdapat kelenjar dan kelenjar otot atau kelenjar atau kelenjar vena.

Esofagus

~ Faring mengarah ke struktur sempit
~ esofagus memanjang dari segmen kelima ke segmen ketujuh.

Gizzard

~ Gizzard ditemukan di segmen kedelapan saja atau di segmen kedelapan dan kesembilan.

Stomach atau perut

~ stomach memanjang dari segmen kesembilan ke empat belas.

Intestine atau usus

Usus dibagi menjadi tiga wilayah:

(a) Pretyphlosolar:

~ Pretyphlosolar memanjang dari 15 ke 26 segmen.
~ Pada segmen ke 26, daerah ini meluas ke depannya sekitar 3 atau 4 segmen.
~ Wilayah ini tanpa typhlosole.

(b) Typhlosolar:

~ Typhlosolar adalah daerah tengah usus yang berada dari segmen 27 hingga sekitar 23 hingga 25 segmen di depan anus.
~ Di daerah ini, dinding mid-dorsal usus dilempar ke lipatan memanjang yang dikenal sebagai typhlosole.
~ Typhlosole meningkatkan daya serap usus.

(iii) Pasca-typhlosolar

~ Pasca typhlosolar adalah bagian posterior dari usus yang terletak di 23 hingga 25 segmen terakhir.
~ Daerah ini berfungsi sebagai tempat penampung sisa pencernaan akhir atau feses dan terbuka ke luar melalui anus.
~ Daerah ini tanpa typhlosole.

Anus atau Dubur

~ Anus terletak di segmen anal (terakhir)
~ Anus terbuka untuk mengeluarkan feses

Fungsi alat pencernaan cacing tanah

1. Mulut : untuk makan
2. Buccal cavity : untuk menyalurkan makanan dari mulut menuju faring
3. Faring : menyalurkan makanan dari buccal cavity menuju esophagus untuk disimpan sementara
4. Esophagus : Menyimpan cadangan makanan
5. Tembolok/ crop : Mengolah cadangan makanan setelah esophagus
6. Gizzard/ ampela : Makanan digiling secara mekanis,dengan bantuan batuan yang ikut masuk bersama pakan
7. Intestine/ usus : Menyerap sari-sari makanan
8. Anus : Sisa makanan dikeluarkan berbentuk feses cacing tanah yang disebut kascing

Mekanisme pencernaan cacing tanah

*Berikut tahapannya:
1/ Pakan yang sudah membusuk ditelannya bersama-sama dengan tanah.
2/ Pakan kemudian masuk ke dalam buccal cavity dilanjutkan menuju faring
3/ Pakan dari faring akan diteruskan ke esophagus atau tembolok.
4/ Di esophagus,pakan disimpan sementara dan juga dilunakkan.
5/ Pakan yang sudah lunak dari esophagus masuk ke gizzard atau lambung berotot untuk digiling atau dihaluskan kembali secara mekanis.
6/ Gizzard mencerna pakan secara mekanis dengan bantuan batuan kecil yang turut masuk bersama pakan.
7/ Jika pakan yang masuk asam,maka akan dinetralisir terlebih dahulu oleh kelenjar kalsiferous.
8/ Setelah pakan tercerna dengan baik,kondisi pakan sudah lembut dan netral,maka pakan akan masuk kedalam usus tengah atau intestine.
9/ Di intestine part 1 atau Pretyphlosolar, pakan akan dicerna secara biologi oleh mikroba, fungi, algae, aktinomiset dan secara kimiawi dengan bantuan enzim protease,lipase,amilase,selulase,dan kitinase.
10/ Pakan dari intestine part 1 atau Pretyphlosolar kemudian masuk menuju Typlosole. Typlosole memiliki baguan berlipat-lipat, yang berguna untuk membantu penyerapan sari-sari makanan.
11/ Setelah dari typlosole, makanan masuk ke pasca typloslose, disini makanan dibentuk menjadi feses.
12/ Sisa pakan yang sudah berbentuk feses dikeluarkan melalui anus. Feses cacing ini yang dikenal dengan nama kascing.

Lapisan Otot Cacing Tanah

Lapisan otot cacing tanah

Berikut Penampang Melintang cacing tanah

Epidermis bagian dalam memiliki dua lapisan otot yaitu lapisan otot circular dan lapisan otot longitudinal.

1. Lapisan otot circular
a. Lapisan otot circular terdiri dari otot fiber yang melingkari circumference tubuh kecuali pada bagian intersegmental.
b. Serat otot yang bergabung akan membentuk jaringan ikat.

2. Lapisan otot longitudinal
a. Lapisan otot longitudinal lebih tebal dari lapisan otot circular.
b. Lapisan otot ini ada di sepanjang tubuh cacing tanah.
c. Lumbricus memiliki 9 blok otot longitudinal, dua di dorsal, satu ventral, tiga ventro lateral di setiap sisi.
d. Otot longitudinal memiliki pita seperti serat yang
membentuk huruf U di setiap blok.

Sumber: ebook biologi cacing tanah by siti pramitha retno wardhani, S.Si

Struktur Tubuh Cacing Tanah

Bentuk tubuh cacing tanah simetri bilateral.

Tubuh cacing tanah tersusun dari beberapa segmen.

Segmen bagian luar tersebut letaknya
bertepatan dengan posisi septa bagian dalam tubuh.

Tubuh cacing tanah terbagi menjadi lima bagian, yakni bagian depan (anterior), bagian tengah, bagian belakang (posterior), bagian punggung (dorsal), dan bagian bawah atau perut (ventral).

Tampak lateral

Sumber : Ebook Biologi Cacing Tanah By Siti Pramitha Retno Wardhani, S.Si

Perbedaan letak prostomium dan peristomium

Lihat gambar

Segmen pertama dari cacing tanah adalah peristomium, di dalam peristomium ada mulut yang berfungsi untuk makan.

Peristomium
berada di permukaan dorsal prostomium,ukurannya bervariasi.

Di depan segmen pertama ada prostomium, yang berbentuk seperti bulatan kecil.

Prostomium memiliki sel-sel sensor yang berfungsi sebagai lensa menggantikan fungsi mata.

Selain itu prostomium juga mampu membedakan material berbahaya selama proses makan dan menggenggam tanah.

Prostomium ini terlihat lemah, namun pada kenyataannya sangat kuat karena dapat digunakan untuk menembus tanah.

Prostomium, memiliki ukuran bervariasi.

Di beberapa cacing tanah ukurannya sangat kecil dan tidak terlihat dengan mata telanjang.

Prostomium dan peristomium selalu berbeda pada setiap spesies, dan
dijadikan acuan untuk karakterisasi sistemik (identifikasi spesies).

Variasi Prostomium ada 4 bentuk yaitu : (a) zygolobous, (b) prolobous,
(c) epilobous, dan (d)tanylobous

Sumber : Ebook Biologi Cacing Tanah By Siti Pramitha Retno Wardhani, S.Si

Lapisan Tubuh cacing tanah

Lihat gambar

Tubuh cacing tanah memiliki tiga lapisan jaringan yaitu ektoderm, mesoderm ,dan endoderm.

Berdasarkan lapisan tubuhnya, cacing tanah termasuk hewan selomata.

Selomata adalah hewan yang mempunyai selom (rongga tubuh) yang secara keseluruhannya dibatasi oleh
mesoderm.

1. Ektoderm
lapisan luar tubuh yang akan berkembang menjadi lapisan luar pelindung tubuh. Lapisan ini biasanya akan berkembang
menjadi susunan saraf pusat.

2. Mesoderm: lapisan tengah tubuh yang akan berkembang antara usus dan lapisan pelindung luar, seperti otot, sistem peredaran darah, dan sistem pencernaan.

3. Endoderm: lapisan dalam tubuh yang akan berkembang menjadi sistem eksresi seperti pembuangan urine dan sistem pernapasan.

4. Selom: rongga diantara lapisan mesoderm.

Sumber: Ebook Biologi Cacing Tanah by Siti Pramitha Retno Wardhani, S.Si

Vermikultur

Vermicultur

Persiapan kultur cacing tanah

Bahan
500 gram cacing tanah
500 gram pakan cacing tanah (gunakan ampas tahu,untuk menggemukkan cacing)
1500 kg kotoran sapi
250 gram rumput untuk bedding
Air secukupnya

Alat
Wadah persegi atau bulat yang cukup menampung bobot sekitar 6-10kg
Kawat diameter 0,5 mm
Sekop
Sarung tangan

Cara kultur cacing tanah
1/ Ambil kotoran sapi yang sudah dijemur 20 hari.

2/ Siapkan bedding,dengan menggunakan rumput,dan masukkan rumput tersebut kedalam air sampai 1jam (agar lembab)

3/ Masukkan rumput tersebut ke dalam wadah,dan taruh di atas media.

4/ Masukkan cacing yang sudah disiapkan,cacing bisa diletakkan diatas bedding atau di atas kotoran sapi langsung. Tunggu sampai 60 menit.

5/ Amati cacing
*jika cacing tidak keluar artinya media yang dibuat sudah sesuai dengan cacing (cacing sudah bisa beradaptasi dengan baik).
*Namun,jika cacing keluar dari media,artinya media yang digunakan tidak sesuai,bisa diulangi lagi media yang digunakan atau bisa minta saran pembimbing untuk mengetahui letak kesalahan pembuatan media.

6/ Jika cacing sudah berada di dalam media,bisa diberikan pakan sesuai bobot tubuhnya.
Misalnya cacing 500 gram,diberi pakan 500 gram ampas tahu.

7/ Pakan umumnya diletakkan diatas permukaan media sebelum bedding.

8/ Jika sudah selesai memberi pakan,tutup wadah dengan kawat 0,5mm sampai rapat,agar hewan lain seperti tikus,ular tidak masuk ke dalamnya.

Tips:
Untuk mendapatkan cacing yang gemuk,dengan bobot 3-5x dari bobot awalnya. Pelihara cacing sampai 10-30hari dengan rutin memberikan ampas tahu setiap hari sebanyak 1x saja.

9/ Panen cacing bisa dilakukan,jika jumlah cacing sudah banyak.

10/ Ambil cacing 75% dari wadah,sisakan 25%, hal ini bertujuan 25% cacing sisa bisa dikultur kembali.

Gambaran vermikultur

https://bioearthworm.wordpress.com/e-book/budidaya-cacing-tanah/