Category Archives: Eksresi

Sistem Indera (Lidah)

5. Lidah
Karakteristik lidah:
a) Lidah merupakan indera pengecap yang peka terhadap rangsangan rasa berupa larutan.
b) Indra manusia hanya mampu mengecap empat cita rasa, yaitu rasa manis, pahit, asam, dan pahit.
c) Pada lidah terdapat papilla (tonjolan-tonjolan) yang di dalamnya terdapat kuncup pengecap.
d) Kuncup pengecap adalah kumpulan ujung saraf pengecap yang peka terhadap rangsangan rasa.
e) Papilla terdapat di permukaan lidah sebelah atas.

Lidah mempunyai tiga macam papila, yaitu:
1) Papila filiformis
• Papila berbentuk benang
• Merupakan papila peraba yang menyebar di seluruh permukaan lidah.
2) Papilla sirkumalata.
a) Papila yang dilingkari saluran.
b) Merupakan papila pengecap.
c) Terdapat 7-9 buah di dekat pangkal lidah.
d) Papila ini tersusun dalam lingkungan berbentuk huruf V.
3) Papilla martil
a. Papila pengecap yang terdapat di tepi lidah.
b. Ujung lidah peka terhadap rasa manis.
c. Tepi lidah peka terhadap rasa asam dan asin.
d. Belakang lidah peka terhadap rasa pahit,
e. Bagian tengah lidah tidak punya reseptor.

Sistem Indera (Kulit)

4. Kulit
• Sebagai alat indera kulit sangat sensitive terhadap sentuhan, panas, dingin, tekanan, dan rasa sakit.
• Beberapa reseptor khusus yang terdapat pada kulit adalah :
1) Reseptor berujung saraf bebas tidak berselaput (nesireseptor) terletak diseluruh jaringan tubuh. Berfungsi untuk menerima rangsang sakit.
2) Reseptor dengan ujung berselapu, dapat berupa :
 Meisner : menerima rangsang sentuhan
 Pacini : menerima rangsang tekanan
 Ruffini : menerima rangsang panas
 Krause : menerima rangsang dingin
• Kulit memiliki tiga macam reseptor yaitu :
a) Mekano reseptor. Reseptor yang sensitive terhadap sentuhan dan tekanan
b) Nesireseptor. Reseptor yang mendeteksi rasa sakit
c) Thermo reseptor. Reseptor yang sensitive perubahan suhu panas dan dingin.

Organ Eksresi (Kulit)

5. Kulit/integument
Karakteristik kulit manusia
• Kulit merupakan lapisan terluar dari tubuh.
• Berat kulit sekitar 16% dari berat tubuh seseorang.
• Kulit manusia ditutupi oleh rambut.
Fungsi Kulit
1) Proteksi/pelindung
• Yaitu melindungi tubuh dari gangguan, misalnya panas,dingin,sinar matahari terutama sinar ultraviolet, bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya.
2) Ekskresi/pengeluaran
• Yaitu kelenjar keringat pada kulit yang berfungsi mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna atau sisa metabolism dari tubuh dalam bentuk keringat.
3) Pengindera/sensori
• Yaitu kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di lapisan dermis, ujung-ujung saraf ini berfungsi untuk menerima rangsang baik sentuhan, tekanan, panas, dingin.
4) Pengaturan suhu tubuh
• Kulit melakukan peranan ini dengan mengeluarkan keringat.
5) Pembentukan pigmen
• Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) terletak di lapisan basal epidermis.
• Jumlah melanosit serta jumlah dan besarnya melanin yang terbentuk menentukan warna kulit.
6) Pembentukan vitamin D
• Kulit merupakan tempat membuat vit D yang berasal dari pro vit D dengan bantuan sinar UV.
7) Tempat menyimpan kebutuhan lemak

Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu:
1. Epidermis
Terdiri beberapa lapis, yaitu :
a. Lapisan korneum (lapisan tanduk)
Merupakan lapisan epidermis paling luar, tersusun oleh sel-sel kulit mati, yang dapat mengelupas dan diganti oleh sel-sel yang baru.
b. Lapisan lusidium
Merupakan lapisan bening.
c. Lapisan granulosum
Merupakan lapisan epidermis yang mengandung pigmen (warna kulit) yang memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari sinar UV.
d. Lapisan germinativum
Lapisan ini selalu mengalami pertumbuhan yaitu kearah luar membentuk sel-sel kulit yang baru.
2. Dermis
Dermis terletak di bawah epidermis, lapisan ini mengandung :
a. Kantong rambut
• Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut.
• Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan dari pembuluh kapiler di bawah kantong rambut.
• Di dekat akar rambut terdapat otot penegak rambut.
b. Kelenjar minyak (Glandula sebasa)
• Kelenjar minyak berfungsi untuk menghasilkan minyak.
• Minyak berperan dalam menjaga kelembaban kulit yaitu mencegah kekeringan pada kulit dan rambut.
c. Ujung saraf peraba
• Macam-macam ujung saraf terdapat pada lapisan ini antara lain ujung saraf peraba, tekanan, panas,dingin dsb.
L.
d. Pembuluh darah
• Berfungsi memberi makanan pada kulit
e. Otot rambut
f. Kelenjar keringat
1) Kelenjar keringat merupakan salah satu alat pengeluaran yaitu untuk mengeluarkan keringat.
2) Kelenjar keringat tersusun atas saluran/pembuluh yang panjang menuju ke permukaan kulit,.
3) Pada suhu lingkungan panas, maka kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler dikulit melebar, dengan demikian memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme.
4) Aktifnya kelenjar keringat menyebabkan keluarnya keringat ke permukaan kulit.
5) Air dan zat yang terlarut di dalamnya dikeluarkan dari pembuluh ke permukaan kulit dalam bentuk keringat.
6) Keringat mengandung air, garam, dan urea.
7) Untuk menguapkan keringat diperlukan panas, panas diserap dari suhu tubuh sehingga suhu tubuh turun menjadi normal kembali.
3. Jaringan bawah kulit
• Merupakan tempat penyimpanan cadangan makanan dalam bentuk lemak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah keringat
1) Aktivitas tubuh; apabila aktivitas tubuh semakin meningkat, maka tubuh kita akan mengeluarkan banyak keringat.
2) Goncangan emosi; apabila kita mengalami keresahan atau stress, maka tubuh kita akan lebih banyak mengeluarkan keringat.
3) Rangsangan saraf; apabila emosi sedang naik, maka akan merangsang saraf simpatis mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Adanya penyempitan ini akan mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan.

Kelainan dan penyakit pada kulit :
1) Scabies
• Penyebab Sarvoptes scabies, penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain.
2) Jerawat
• Penyebab gangguan kelenjar minyak.
3) Biang keringat
• Penyebab kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna.
• Keringat tersumbat dan menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah.

Organ Eksresi (Hati)

4. Hati/hepar
Karakteristik hati:
• Hati terletak di dalam rongga perut, tepatnya di bawah diafragma sebelah kanan.
• Merupakan kelenjar yang paling besar, berwarna merah tua.
• Fungsi hati :
1) Menghasilkan empedu.
 Empedu merupakan cairan berwarna kehijauan yang berasal dari hemoglobin sel darah merah yang sudah tua.
 Cairan empedu kemudian disimpan di kantong empedu.
 Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen biliribun, piigmen biliverdin.
2) Menyaring bilirubin dan mengeluarkannya ke dalam empedu.
3) Menetralkan racun.
4) Tempat pembongkaran sel darah merah.
a) Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin dan heme.
b) Zat besi dan heme di daur ulang sedangkan heme dirombak menjadi metabolit untuk dieksresikan bersama empedu sebagai bilirubin dan biliverdin yang berwarna hiaju kebiruan.
c) Di dalam usus, zat empedu mengalami oksidasi menjadi urobilin sehigga warna feses dan urine menjadi kekuningan.
5) Menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubah kembali menjadi glukosa bila diperlukan.
6) Pada janin, tempat pembentukan sel darah merah.
7) Menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginine menjadi ornintina dan urea.
8) Tempat pembentukan vitamin A dari pro vitamin A.

Kelainan dan penyakit pada hati :
a. Kanker
• Misalnya Hepatocellular carcinoma.
• Kanker hati dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya aflatoxin, polyvinyl chloride (bahan pembuatan plastic), virus, dll.
• Aflatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat mengkontaminasi makanan selama penyimpanan, seperti kacang-kacangan, padi dan singkong.
• Hepatitis B dan C maupun sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati.
b. Hepatitis
• Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati.
• Virus merupakan penyebab hepatitis paling sering, terutama virus hepatitis A,B,C,D dan E.
• Pada umumnya penderita hepatitis A dan E dapat sembuh, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi kronis.
• Virus hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita.
c. Sirosis hati
• Sirosis hati adalah keadaan penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati.
• Sirosis hati dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alcohol, salah gizi, atau karena penyakit lain akibat sumbatan saluran empedu.
• Sirosis tidak dapat disembuhkan.
• Pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi seperti muntah darah, berak darah, perut membesar (asites), mata kuning, dan koma hepatikum.

Kelainan Pada Sistem Ginjal

K. Kelainan dan penyakit pada ginjal :
1) Batu ginjal
• Penyakit yang terjadi karena adanya endapan senyawa kalsium dan penumpukan asam urat di dalam rongga ginjal atau kandung kemih, penyebabnya kurang minum atau sering menahan air kencing.
2) Nefritis
• Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman, nefritis biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus, n
• Nefritis dapat meimbulkan uremia, uremia yaitu adanya urine yang masuk ke dalam darah, sehingga menyebabkan air terganggu dan tertimbun di kaki yang disebut oedema.
3) Diabetes Insipidus
• Terjadi karena di dalam tubuh kekurangan hormone antidiuretika, sehingga volume urine yang dihasilkan cukup banyak, akibatnya penderita harus sering buang air kecil.
4) Diabetes Melitus
• Diabetes mellitus disebut juga kencing manis.
• Penyebabnya karena kekurangan hormone insulin.
• Sehingga kelebihan gula darah tidak dapat diubah menjadi glikogen dan glukosa tetap berada dalam darah dan akhirnya dikeluarkan bersama urine.
5) Albuminuria
• Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine.
• Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.
6) Hematuria
• Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine.
• Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu ginjal.

Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine melalui 3 tahap, yaitu :
a. Filtrasi/ Penyaringan
H. Proses Filtrasi:
1) Pembentukan urine dimulai dengan proses penyaringan darah di glomerulus.
2) Darah yang telah disaring akan diikat oleh jaringan-jaringan tubuh sedangkan zat-zat, seperti air, garam, gula dan urea yang terlarut dalam darah yang masuk ke glomerulus disaring oleh kapsul bowman.
3) Zat hasil penyaringan disebut filtrat glomerulus atau urine primer, dimana di dalam urine primer masih terdapat zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, antara lain asam amino, glukosa, asam lemak, dan gliserol.

b. Reabsorpsi/Penyerapan kembali
I. Proses Reabsorpsi:
1) Saat filtrat dipindahkan, darah di arteriol eferen glomerulus menjadi sangat pekat, karena kehilangan banyak air.
2) Urin primer yang dihasilkan dari kapsul bowman memasuki tubulus kontortus proksimal.
3) Di titik-titik pertautan antara kapiler-kapiler yang melingkupi tubulus proksimal diserap glukosa dan asam amino serta ino Na+.
4) Urine primer yang memasuki lengkung henle telah lebih isotonik dengan darah di kapiler, pada lengkung henle terjadi penyerapan garam NaCl dan air.
5) Penyerapan berlanjut di tubulus kontortus distal, di sini terjadi penyerapan urea, kreatinin, bahan obat-obatan, H+ dan NH4-
6) Saat memasuki tubulus pengumpul, ion, natrium, urea, dan air kembali diserap oleh tubuh.
7) Hasil reabsorpsi ini disebut filtrate tubulus atau urine sekunder, yang mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberikan bau dan warna pada urine.

c. Augmentasi (pengeluaran zat yang tidak diperlukan dalam tubuh).
Proses augmentasi:
1) Urine sekunder dari tubulus kontortus distal akan memasuki tubulus pengumpul, di sini garam, air dan urea akan diserap kembali.
2) Di tubulus pengumpul ini juga terjadi pengeluaran zat-zat yang berlebihan dari darah, misalnya vitamin, sisa obat-obatan.
3) Hasilnya berupa urine yang sesungguhnya.
4) Urine yang sesungguhnya ditampung di dalam pelvis renalis, lalu mengalir menuju ureter menuju kandung kemih (vesica urinaria).
5) Ketika kandung kemih penuh, akan timbul keinginan untuk buang air kecil.

Proses augmentasi :

Ureter – kandung kemih – uretra – alat kelamin luar – urine

Urine yang normal mengandung:
1) Air merupakan bagian yang paling banyak.
2) Urea, amoniak, yang merupakan pembongkaran protein.Garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl).
3) Zat warna empedu (bilirubin) yang memberi warna kuning pada urine.
4) Zat-zat yang berlebihan dalam darah, misalnya kreatinin, urobilin, dan sisa obat.

Sistem Eksresi Pada Manusia

SISTEM EKSRESI
A. Pengertian Eksresi
1) Ekskresi adalah pengeluaran berupa sisa-sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh yang dikeluarkan bersama urine, keringat atau pada proses pernapasan.
2) Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan dari tubuh karena bersifat racun, yang jika ditimbun dalam waktu yang lama proses homeostasis (keseimbagan) dalam tubuh terganggu.
3) Zat eksresi yang dikeluarkan berupa garam mineral, karbon dioksida, zat racun, nitrogen.
4) Proses eksresi didukung oleh alat-alat tubuh yaitu paru-paru, hati, usus besar, ginjal, kulit.
5) Proses eksresi pada janin, sistem eksresi utamanya adalah plasenta.

B. Alat-alat Eksresi
1. Paru-paru/pulmo
Karakteristik paru-paru:
a) Paru-paru terletak di rongga dada tepat di atas sekat diafragma.
b) Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut.
c) Paru-paru berjumlah sepasang, yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan.
d) Paru-paru terbungkus oleh selaput pembungkus yang disebut pleura.
e) Peradangan pada pleura disebut pleuritis.
f) Di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi bronkiolus.
g) Tiap bronkiolus berakhir dengan gelembung paru-paru atau alveolus.
G. Pada dinding alveolus, oksigen berdifusi ke dalam darah, sedangkan karbon dioksida dan air dilepaskan

Fungsi paru-paru :
1) Untuk alat pernafasan
2) Sebagai alat eksresi yaitu mengeluarkan uap air dan karbon dioksida.

Gangguan pada Sistem Pernapasan
a. Influenza
• Influenza adalah peradangan pada selaput rongga hidung
• Penyebabnya infeksi virus influenza.
• Penyakit ini menular melalui udara.
• Cara menghindari penyakit influenza adalah dengan menjaga kondisi badan tetap sehat dengan memakan makanan bergizi.
b. Asma
• Asma merupakan gannguan proses pernapasan karena adanya penyempitan saluran pernapasan.
• Penyebabnya adalah alergi pada bulu hewan, debu, asap, udara dingin.
• Cara menghindari penyakit asma, dengan menghindari sumber alergi.
• Penyakit ini tidak menular.
c. TBC (tuberculosis)
• TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri TBC.
• Penderita TBC, paru-parunya terdapat bintil-bintil kecil pada dinding alveolusnya sehingga mengganggu proses penyerapan oksigen.
• Penyakit ini menular melalui benda-benda yang digunakan bersama seperti sendok, gelas, sikat gigi.
• Cara menghindari penyakit TBC, sebaiknya penderita menggunakan peralatan makan dan sikat gigi sendiri
2. Usus besar
• Usus besar sebagai alat eksresi berperan mengeksresikan logam-logam berat seperti Fe dan Ca yang berlebihan dalam tubuh
• Kemudian kelebihan logam ini dikeluarkan bersama feses.
3. Ginjal/ren
Karakteristik ginjal:
a) Ginjal Berbentuk seperti kacang merah dan berjumlah 1 pasang.
b) Pada orang dewasa setiap ginjal memiliki ukuran sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram.
c) Berfungsi untuk menyaring darah untuk membuang kelebihan garam.
d) Letak ginjal:
1) Di bagian belakang abdomen atas, di belakang peritoneum, di depan dua tulang rusuk terakhir, dan tiga otot besar transversus abdoinis, kuadratus lumborum, dan psoas mayor. Ginjal di sebelah posterior (atas) dilindungi oleh tulang rusuk dan otot-otot yang membungkus tulang rusuk tersebut.
2) Ginjal di sebelah anterior (bawah) dilindungi bantalan usus yang tebal.
3) Ginjal sebelah kanan dikelilingi oleh hati, kolon, dan duodenum.
4) Letak ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya hati.
5) Ginjal sebelah kiri dikelilingi oleh limpa, lambung, pancreas, jejunum, dan kolon.

Bagian-bagian ginjal
Ginjal terdiri atas 3 lapisan, dari luar ke dalam berturut-turut adalah :
a. Korteks/kulit ginjal
Korteks memiliki unit structural dan fungsional terkecil yang disebut nefron.
1) Nefron berfungsi untuk menyaring darah.
2) Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan tubulus (saluran nefron).
3) Setiap badan Malpighi terdiri atas glomerulus yang terdapat banyak pembuluh darah dan kapsul bowman.
4) Tubulus berukuran panjang dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a) Tubulus kontortus proksimal
b) Lengkung henle
c) Tubulus kontortus distal
5) Nefron ada dua tipe yaitu:
a) Nefron cortical; tersusun glomerulus dengan ukuran lebih kecil dan letaknya selalu di dalam korteks atau di luar medula.
b) Nefron duxtamedular; memiliki glomerulus berukuran besar dan memiliki lengkung henle yang memanjang ke medula, nefron ini mengatur konsentrasi urine agar urine yang dieksresikan bersifat hipertonis dibandingkan cairan tubuh.

b. Medulla/sumsum ginjal
1) Medula terdiri dari tubulus kontortus yang bermuara pada pelvis renalis.
2) Di daerah medulla, antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal dihubungkan oleh lengkung henle naik (ascenden) dan lengkung henle turun (descenden)
3) Medula merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari kapsul bowman.

Proses yang terjadi di medulla:
a) Di medula mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar dan bemuara di rongga ginjal.
b) Kemudian urine dialirkan melalui ginjal (ureter) dan ditampung di dalam kantong kemih.
c) Jika kantong kemih banyak mengandung urine, dinding kantong tertekan, sehingga otot melingkar pada dinding kantong tertekan sehingga menimbulkan rasa ingin buang air kecil.
d) Selanjutnya, urine dikeluarkan melalui saluran kemih (uretra).

c. Pelvis renalis/ rongga ginjal
• Tempat bermuara tubulus kolekta (saluran penampung).
• Pelvis renalis dilengkapi dengan saluran urine yang disebut ureter.