Vakuola

Vakuola
Ciri-ciri vakuola :
a) Vakuola hanya ditemukan pada sel-sel yang telah dewasa
b) Umur tumbuhan semakin tua maka vakuolanya semakin besar
c) Sel tumbuhan yang memiliki vakuola besar adalah sel parenkima dan sel kolenkima
d) Vakuola dibatasi oleh membran yang disebut tonoplas. Sifat membran tonoplas diferensial permeable.

Fungsi vakuola :
1) Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder, seperti kalsium oksalat, tannin, alkaloid, getah karet dan tanin
2) Tempat cadangan makanan, seperti amilum dan gula
3) Menyimpan pigmen dalam bentuk larutan, seperti antosianin
4) Menyimpan minyak atsiri, misalnya kayu putih, aroma bunga.
Notes :
Vakuola tumbuhan kadang mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu hidup. Setelah sel mati, tonoplas kehilangan sifat diferensial permeabelnya, sehingga enzim-enzimnya
lolos keluar dan menyebabkan autolysis (penghancuran diri).

Sumber:Intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si

Plastida

Plastida/kromatofora
Ciri-ciri plastida :
a) Plastida merupakan orgenel sel pada tumbuhan yang berbentuk bulat, oval, cakram dan memiliki diameter 4-6 mikron
b) Memiliki membran rangkap yang disebut amplop. Di dalam amplop terdapat sistem membran dan matriks
c) Plastida merupakan organel yang mengandung pigmen.

Macam-macam plastida :
1. Kromoplas
 Plastida yang mengandung pigmen selain pigmen fotosintesis
 Terdapat pada bagian tumbuhan, yaitu bunga, buah, dan batang.

Pigmen yang terkandung dalam kromoplas :
a) Karoten, mengakibatkan warna kuning, contoh pada wortel
b) Xantofil, mengakibatkan warna kuning kecoklatan, contoh pada daun tua
c) Fikosianin, mengakibatkan warna biru, contoh pada ganggang biru.

2. Leukoplas
 Plastida yang tidak mengandung pigmen warna
 Terdapat dalam sel jaringan tumbuhan yang tidak terkena cahaya, sel embrional, empulur batang, dan bagian tumbuhan di dalam tanah yang berwarna putih
 Fungsi leukoplas sebagai tempat penyimpanan atau sebagai gudang.

Leukoplas dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
a) Amiloplas, yaitu apabila bahan yang dikandungnya berupa tepung atau amilum
b) Elaioplas, yaitu apabila bahan yang dikandungnya berupa minyak
c) Aleuroplas, yaitu apabila bahan yang dikandungnya berupa protein.

3. Kloroplas
Ciri kloroplas :
a) Plastida yang mengandung hijau klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik lainnya
b) Terdapat pada sel autotrof dan eukariotik
c) Klorofil dimiliki oleh sel-sel berklorofil contohnya alga, lumut, paku, dan tumbuhan berbunga
d) Bentuk kloroplas bulat atau lonjong (oval), mempunyai ukuran sekitar 4-6 µm
e) Setiap kloroplas mengandung 20-40 kloroplas per millimeter persegi.
 Bila jumlah kloroplas masih belum mencukupi, kloroplas dapat membelah diri
 Dan jika jumlahnya berlebihan, sejumlah kloroplas akan rusak.

Kloroplas memiliki membran rangkap yaitu membran luar dan dalam.
1. Membran luar memiliki permukaan rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat
2. Membran dalam memiliki banyak bentuk (polimorfik) dan memiliki banyak fungsi antara lain :
a. Tilakoid
 Membran dalam kloroplas melipat ke arah dalam dan berbentuk lembaran
 Pada permukaan dalam tilakoid terdapat partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom
 Di kuantosom klorofil berperan dalam fotosintesis yaitu menangkap energi cahaya matahari.
b. Stroma
 Membran dalam membungkus cairan kloroplas
c. Grana :
 Tilakoid bertumpuk-tumpuk, seperti tumpukan uang logam
 Kloroplas mengandung 40-60 grana.
Berdasarkan panjang gelombang (spectrum warna) yang diserap, jenis klorofil sebagai berikut :
1. Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru.
2. Klorofil b menyerap spektrum warna hijau-kuning.
3. Klorofil c menyerap spektrum warna hijau-coklat.
4. Klorofil d menyerap spektrum warna hijau-merah.

Sumber : intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si

Sitoskeleton

Sitoskeleton
 Sitoskeleton merupakan rangkaian benang-benang
 Tersusun atas silium dan flagellum.

Fungsi sitoskeleton :
1. Menyokong sel dan mempertahankan bentuk sel
2. Pergerakan keseluruhan sel atau gerak organel di dalam sel.

Benang penyusun sitoskeleton dapat dibedakan menjadi tiga jenis :
a. Mikrofilamen, merupakan benang yang tipis, sering disebut filamen aktin.
b. Mikrotubul, merupakan benang yang paling tebal.
c. Filamen antara, merupakan benang yang berukuran di antara mikrofilamen dan mikrotubul.
1. Mikrofilamen
 Mikrofilamen merupakan benang-benang halus, tipis dan
memanjang, dengan diameter sekitar 7nm
 Tersusun atas protein aktin dan myosin, berperan dalam
kontraksi
 Mikrofilamen banyak terdapat pada sel otot.
Fungsi mikrofilamen :
a) Mikrofilamen biasanya membentuk jaringan sub membran
plasma untuk mendukung bentuk sel
b) Kontraksi otot (filamen aktin bergantian dengan serat yang lebih tebal dari myosin, membentuk protein motor di dalam jaringan otot)
c) Siklosis (pergerakan komponen sitoplasma di dalam sel)
d) Pergerakan amuboid dan fagositosis
e) Bertanggung jawab untuk pemutusan galur pada sitokinesis
hewan.

2. Mikrotubulus
Ciri-ciri mikrotubulus :
a. Suatu tabung yang silindris dan berlubang, yang tersusun atas tubulin, suatu protein yang berbentuk dumbel
b. Berbentuk tabung/pipa yang memiliki panjang 2,5 µm, dengan diameter 25 nm
c. Dapat menghasilkan pergerakan dengan meluncurkan agregat mikrotubul yang saling melewati satu sama lain
d. Pada sel hewan, mikrotubul-mikrotubul berkembang dari sentrosom atau pusat organisasi mikrotubul. Pertumbuhan
mikrotubul ditunjukkan dengan adanya penyusunan tubulin dan protein aksesoris yang menyelubungi mikrotubulus untuk menstabilkannya
e. Beberapa tumbuhan menghasilkan toksin yang menghambat pembentukan mikrotubul hewan dan memblokir pembelahannya. Ini merupakan pertahanan tumbuhan yang
sempurna
f. Mikrotubul membentuk apparatus spindle, yang memisahkan kromosom selama pembelahan sel dengan bantuan kinesin,
suatu protein motor
g. Mikrotubulus merupakan penyusun dari sentriol, flagella, dan silia
h. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan 2 kutub sel
pada waktu membelah
i. Gerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus.
Fungsi mikrotubul :
1) Pergerakan (mobilitas) sel dan organel sel
2) Gerak kromosom
3) Mempertahankan bentuk sel.

3. Filamen Antara
Ciri-ciri filamen antara :
a. Tersusun dari komposisi protein yang berbeda-beda antara jenis sel yang satu dengan sel lainnya
b. Memiliki diameter yang lebih besar dari diameter mikrofilamen, tetapi lebih kecil dari mikrotubul, yaitu sekitar
8-10 nm
c. Filamen intermediet tersusun dari keratin
d. Filamen intermediet terpelihara posisinya yang sudah baku di dalam sel, dibandingkan mikrofilamen atau mikrotubul yang mudah bergerak
e. Filamen antara dominan pada sel yang mengalami tekanan mekanis, seperti sel epitel kulit dan sepanjang serabut saraf.

Fungsi filamen antara :
a. Jangkar untuk komponen sel yang lain, terutama nukleus
b. Penting untuk hubungan sel (desmosom)
c. Memperkuat sel dibawah tekanan dengan menjaga bentuknya
d. Membentuk lapisan nuclear (suatu lapisan dibawah selubung nukleus).

Sumber : Intisari biologi dasar
By Siti pramitha retno wardhani,S.Si

Mitokondria

Mitokondria

A. Prokariot
Tidak ada mitokondria

B. Eukariotik
Mitokondria
 Bentuk mitokondria antara lain bulat, oval, silindris, tdk beraturan dan ada juga yang seperti butiran atau benang
 Jumlah mitokondria dalam satu sel sekitar 800 buah, diameter 0,5-1 µm, panjang 3-10 µm serta ketebalan 0,35-
0,74 mikron
 Sifat mitokondria mudah berubah/plastis
 Mitokondria merupakan penghasil energi (ATP) karena berfungsi untuk respirasi, contoh sel yang ditemukan banyak mitokondria pada sel otot, sel kelenjar, dan sebagainya
 Mitokondria disebut Power House (sumber kekuatan) dari sel
 Reaksi kimia : C6H12O6 + H2O CO2 + H2O + Energi
 Mitokondria berasal dari pembelahan mitokondria sebelumnya.

Struktur Mitokondria memiliki 2 macam membran :
1) Membran luar, yaitu bagian luar membran plasma, bagian ini strukturnya polos
2) Membran dalam, yaitu bagian dalam membran plasma
 Pada bagian ini ada bagian yang melekuk/melipat-lipat ke dalam ruangan
 Di dalam bagian dalam ini terdapat matriks yang disebut krista
 Krista berfungsi memperluas permukaan membran dalam sehingga proses respirasi sel semakin efektif.

Fungsi mitokondria :
1) Pusat respirasi sel
2) Penghasil energi terbesar di dalam sel.

Sumber :Intisari biologi dasar
By Siti pramitha retno wardhani,S.Si

Glioksisom

Glioksisom
 Hanya terdapat pada sel tumbuhan terutama pada jaringan yang mengandung lemak, misalnya biji-bijian berlemak
 Glioksisom menghasilkan enzim katalase dan enzim oksidase yang keduanya berperan dalam metabolisme lemak
 Proses metabolisme lemak menghasilkan energi yang diperlukan untuk perkecambahan biji.

Sumber : Intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si

Peroksisom

Peroksisom
Badan mikro
 Disebut badan mikro karena ukurannya kecil
 Memiliki diameter 0,3-1,5 mm.

Badan mikro terdiri dari :
1) Peroksisom
 Terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan
 Sel yang banyak mengandung peroksisom adalah sel yang banyak melakukan oksidasi, misalnya sel ginjal
 Peroksisom mengandung enzim katalase yang berfungsi untuk menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi oksigen dan air serta berperan dalam metabolisme lemak
dan fotorespirasi
 Reaksi kimia : 2H2O2 → 2 H2O + O2
 Hidrogen peroksida merupakan senyawa hasil sampingan dari proses pernafasan (oksidasi) sel yang bersifat meracuni
sel.

Fungsi peroksisom :
a) Penyerapan cahaya
b) Proses respirasi
c) Pegubahan purin dalam sel
d) Pengubahan lemak menjadi karbohidrat.

Sumber : Intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si

Lisosom

Lisosom

A. Prokariot
Tidak punya lisosom

B. Eukariotik
Lisosom
 Lisosom berasal dari kata (lyso= pencernaan dan soma=tubuh)
 Lisosom berbentuk agak bulat dan dibatasi membran tunggal, dengan diameter 1,5 µm
 Lisosom merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim
 Enzim ini berperan dalam pencernaan intrasel yaitu mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
 Lisosom terdapat di semua sel eukariotik, khususnya pada sel-sel fagositik seperti sel darah putih (leukosit)
 Lisosom dibentuk di RE atau kompleks golgi.

Fungsi lisosom :
1) Melakukan pencernaan intrasel
2) Autofagositosis, yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki, misalnya organel lain yang sudah tidak berfungsi
3) Eksositosis, yaitu pembebasan enzim keluar sel, misalnya pada pergantian tulang rawan pada perkembangan tulang keras
4) Autolisis, yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel, misalnya terjadi pada saat berudu menginjak dewasa dengan menyerap kembali ekornya
5) Menghancurkan senyawa karsinogenik

Sumber :Intisari biologi dasar
By Siti pramitha retno wardhani,S Si

Badan Golgi

Badan golgi

A. Prokariot
Tidak punya badan golgi

B. Eukariotik

g. Kompleks golgi/badan golgi
 Organel kompleks golgi terletak diantara RE dan membran
plasma di dalam sitoplasma
 Kompleks golgi pada tumbuhan disebut diktiosom
 Jumlah golgi satu sampai dengan ratusan untuk tiap sel
 Pada sel hewan kompleks golgi bersambungan sedangkan pada sel tumbuhan tidak
 Kompleks golgi memiliki banyak bentuk/polimorfik, ada yang berbentuk kantong pipih (sisterna), berupa pembuluh gelembung kecil, atau menyerupai mangkuk.

Fungsi Kompleks golgi :
1) Tempat sintesis polisakarida, seperti mucus (lendir), selulosa, hemiselulosa, dan pektin (penyusun dinding sel tumbuhan)
2) Membentuk membran plasma
3) Menambahkan glioksilat pada protein sehingga terbentuk glikoprotein
4) Sebagai organel sekresi, pengeluaran dengan cara eksositosis
5) Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel, seperti protein, glikoprotein, karbohidrat, lemak
6) Membentuk glikopida
7) Membentuk dinding sel tubuh
8) Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.

Sumber : Intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si

Reticulum Endoplasma

Reticulum Endoplasma

A. Prokariot
Tidak punya RE

B. Eukariotik
Retikulum endoplasma/ RE
 Retikulum berasal dari kata“reticular” yang berarti anyaman benang atau jala
 Letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma) maka disebut sebagai Reticulum endoplasma/ RE
 RE memiliki banyak bentuk (polimorfik)
 RE hanya ada di sel eukariotik baik sel hewan atau sel tumbuhan
 RE > banyak pada sel kelenjar dibandingkan sel bukan kelenjar
 RE tersusun dari lemak dan protein.

RE dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1) RE kasar, yaitu jika membran RE yang berhadapan dengan sitoplasma ditempeli ribosom, sehingga tampak berbintil-bintil.
2) RE halus, yaitu RE yang tidak ada
ribosom.

Fungsi RE :
1) Sebagai penampung sintesis protein untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel
2) Tempat sintesis lemak dan protein
3) Menawarkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel hati
4) Jalan transport dalam memindahkan molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke sel bagian yang lain.

Sumber :Intisari biologi dasar
By siti pramitha retno wardhani,S.Si