Plasmodium sp

Plasmodium sp

Notes:
*Plasmodium sp, adalah protozoa yang berasal dari kelas Sporozoa dan termasuk dalam ordo Haemosporidia yang menyebabkan penyakit malaria.

Karakteristik utama:
1/ Hidup sebagai parasit pada sel darah merah atau eritrosit dan jaringan pada vertebrata.

2/ Plasmodium bereproduksi secara seksual dengan peleburan mikrogamet dan makrogamet yang disebut sporogami.
*Reproduksi seksual ini terjadi pada tubuh inang perantara yaitu nyamuk Anopheles betina.

3/ Reproduksi aseksual terjadi dengan pembelahan ganda atau schyzogami.
*Pada schyzogami ini nukleus membelah beberapa kali sehingga terbentuk inti yang banyak.

Plasmodium penyebab penyakit antara lain:
a. Plasmodium malariae
– Menyebabkan penyakit malaria kuartana.
– Gejala timbulnya demam adalah selang 72 jam.

b. Plasmodium vivax
– Menyebabkan penyakit malaria tertiana.
– Gejalanya demam yang terjadi selang 48 jam.

c. Plasmodium falciparum.
– Menyebabkan penyakit malaria tropikana.
– Gejalanya adalah demam yang terjadi pada waktu tak tentu.

d. Plasmodium ovale
– Menyebabkan penyakit malaria dengan gejala yang sama dengan penyakit malaria tertiana.

Siklus hidup Plasmodium sp :
1/ Pada usus nyamuk betina terdapat Plasmodium dalam bentuk zigot.

2/ Parasit Plasmodium tersebut berkembang menjadi sporozoit dan berpindah ke kelenjar ludah.

3/ Nyamuk Anopheles yang berperan sebagai inang perantara, menggigit manusia, sporozoit berpindah lewat gigitan dan memasuki aliran darah menuju hati.

4/ Di dalam sel hati, sporozoit bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan.

5/ Sporozoit berkembang menjadi tropozoit kemudian menjadi merozoit.

6/ Merozoit memasuki aliran darah, kemudian menyerang sel eritrosit atau sel darah merah, dan bereproduksi secara seksual.

7/ Dan sebagian merozoit kembali ke hati.

8/ Merozoit yang melakukan reproduksi seksual, berkembang menjadi gametosit jantan (mikrogamet) dan gametosit betina (makrogamet)

9/ Kemudian dialirkan ke pembuluh darah.

10/ Nyamuk betina mengisap darah orang yang terinfeksi.

11/ Gametosit masuk ke usus, kemudian menjadi gamet dan terjadilah reproduksi seksual yang membentuk zigot.

12/ Zigot berkembang menjadi ookinet (oosit) dalam dinding usus nyamuk.

Pemberantasan penyakit akibat nyamuk
1/ Memutuskan vektor dilakukan dengan cara menghilangkan tempat-tempat larva nyamuk bersarang.
2/ Memutuskan siklus hidup nyamuk tersebut dengan cara menutup tempat-tempat penampungan air, menimbun genangan-genangan air, dan menguras bak mandi atau tempat penampungan air minimal seminggu sekali.
3/ Memberantas vektor dengan obat pembunuh serangga atau insektisida.
4/ Pengobatan pada penderita penyakit akibat nyamuk dengan menggunakan obat yang sesuai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s