Ragam Likenes

Ragam Likenes

Likenes merupakan simbiosis yang mapan antara cendawan (mikobion) dan alga (fikobion).

Mikobion pada umumnya askomiset, basidiomiset,dan deuteromiset.

Fikobionnya adalah cyanophyta atau chlorophyta.

Liken dapat tumbuh pada habitat yang luas dan secara umum ditemukan pada permukaan daun (foliikolus), kulit batang pohon (kortikolus), bebatuan (saxikolus), tanah (terrikolus), serta dinding dan atap rumah yang telah tua.

Liken berdasarkan bentuk talusnya dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu,
1. Folios; memiliki talus yang lebar menyerupai daun
2. Squamulos; menyerupai sisik
3. Frutikos; memiliki warna hijau, menyerupai cabang silinder atau pipih
4. Krustos; menyerupai kerak
5. Lepros; menyerupai serbuk

Biasanya struktur liken terstratifikasi (heteromerous) ke dalam lapisan korteks atas, lapisan ganggang dan medula.

Khusus pada liken krustos, struktur likennya homoiomerous, artinya tidak terstratifikasi menjadi lapisan-lapisan.

Pada liken krustos, miselium menyebar di atas substrat berupa filamen tipis kusut yang menyelubungi ganggang dan tidak memiliki lapisan korteks bawah.

Habitat likenes
1. Liken banyak tumbuh di permukaan daun dan kulit batang pohon sebagai epifit.
2. Liken melekat pada substratnya dengan struktur khusus (rizin) menyerupai akar yang menyebar di seluruh atau pada titik tertentu di permukaan bawah talus.
3. Liken krustos dan lepros tidak memiliki rizin sehingga alat perlekatannya langsung menggunakan medula.

Reproduksi liken
1. Liken dapat bereproduksi dengan fragmentasi talus dan membentuk diaspora
2. Struktur penting dalam penyebaran liken adalah diaspora yang mudah diterbangkan angin.
3. Fragmen talus dan diaspora mengandung dua komponen simbion sehingga dapat langsung berkembang menjadi liken baru.
4. Mikobionnya dapat membentuk alat reproduksinya sendiri berupa bentuk seksual dan aseksual bergantung pada jenis mikobionnya

Berdasarkan bentuknya, diaspora dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
a. Isidia
b. Soredia
c. Sephalodia

Diaspora dapat berada pada titik tertentu dan menyebar menyeluruh di permukaan talus.

Mikoriza part 2

Mikoriza part 2

Mikoriza adalah simbiosis mutualisme antara cendawan dengan akar tumbuhan.

Cendawan mikoriza ini membentuk organ morfologi tunggal dan kedua simbion mendapatkan keuntungan.

Tumbuhan (fitobion) mendapatkan unsur hara dan air dari cendawan, sedangkan cendawan (mikobion) mendapatkan unsur karbon dari tanaman.

Kolonisasi cendawan mikoriza terbatas di daerah epidermis dan korteks, sedangkan jaringan endodermis tidak terkolonisasi.

Mikoriza, berdasarkan struktur cendawan di dalam akar dibagi menjadi dua kelompok yaitu, ektomikoriza dan endomikoriza

a. Ektomikoriza
Ektomikoriza adalah kolonisasi cendawan yang terjadi secara interseluler, membentuk hartig pada jaringan epidermis dan korteks, serta mantel yang menyelubungi permukaan luar akar.

*jaring hartig merupakan organ tempat terjadinya pertukaran nutrisi antara cendawan dan inang.

Kolonisasi cendawan pada ektomikoriza menyebabkan perubahan morfologi akar menjadi gemuk dan pendek dengan banyak cabang.

Ektomikoriza dijumpai pada akar pohon melinjo (Gnetum gnemon), tanaman hutan (Pinus sp, Dipterocarpacea, dan Eucalyptus sp).

Menurut Brundett et al. 1996, cendawan ektomikoriza terdiri atas basidiomiset, askomiset, dan zigomiset yaitu Endogone.

b. Endomikoriza

Endomikoriza memiliki hifa yang tumbuh secara intraseluler dan interseluler.

Hifa cendawan ektomikoriza tumbuh di dalam korteks akar.

Cendawan endomikoriza membentuk berbagai struktur hifa antara lain
a. Hifa interseluler
b. Hifa intraseluler
c. Hifa gelung
d. Arbuskula; percabangan dikotom yang intensif dari hifa intraseluler yang berperan dalam transfer nutrisi antara cendawan dan tumbuhan inang.
e. Vesikula, ialah organ cendawan yang berfungsi sebagai wadah makanan cendawan.

Endomikoriza berdasarkan struktur cendawan dan kelompok inangnya dibagi menjadi enam jenis,yaitu
a. Ektendomikoriza
b. Mikoriza arbutoid
c. Mikoriza monotropa
d. Mikoriza erikoid
e. Mikoriza anggrek
f. Mikoriza arbuskula

*Mikoriza arbuskula merupakan endomikoriza paling penting.

Menurut Smith & Read 1997, mikoriza arbuskula dijumpai pada hampir semua tanaman pertanian, hortikultura dan hutan.

Contoh cendawan mikoriza :
a. Glomus
b. Gigaspora
c. Acaulospora
d. Entherospora
e . Sclerocystis (Zygomiset)

Contoh likenes

Contoh likenes
1. Usnea dasypoga digunakan sebagai ramuan obat-obatan tradisional

2. Cladonia rangiferina, merupakan makanan rusa kutub

3. Cetraria islandica, bahan ramuan obat

4. Roccelia tinctoria, bahan pembuatan lakmus

5. Permelia acetabulum, hidup pada pohon, seperti lembaran-lembaran kulit

Reproduksi likenes

Reproduksi likenes
1. Likenes tidak mempunyai cara perkembanganbiakan khusus. Yaitu yang mempunyai alat reproduksi khusus adalah jamur atau alga simbionnya
2. Likenes hidup sesuai cara simbionnya hidup, contohnya jika jamur dari golongan Basidiomycota, maka likenes akan berkembang biak seperti kalau jamur Basidiomycota hidup tidak bersimbiosis
3. Dalam keadaan kering, jalinan hifa jamur-alga dapat terlepas dari kelompok koloni likenes.
4. Bila jalinan kecil hifa jamur-alga tersebut lepas dan jatuh dari tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi likenes baru
*Jalinan kecil hifa alga-jamur ini disebut soredium.
5. Likenes sangat peka terhadap pencemaran lingkungan oleh berbagai zat berbahaya seperti logam berat, flourida, pestisida, radioaktif, dan lainnya.
6. Zat-zat berbahaya tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan koloni likenes, reaksi yang timbul akibat pengaruh berbagai zat berbahaya tersebut dapay mempengaruhi pertumbuhan koloni likenes

Likenes dapat digunakan sebagai indikator lingkungan, dengan cara mengamati reaksi yang timbul akibat pengaruh berbagai zat terhadap likenes, kemudian kita dapat menentukan adanya pencemaran oleh zat tertentu terhadap lingkungan

Likenes

Likenes

Likenes atau lumut kerak adalah simbiosis antara ganggang dengan jenis jamur tertentu.

Karakteristik likenes:
1. Ganggang biasanya berasal dari ganggang hijau dan biru bersel satu
2. Jamur kebanyakan berasal dari Ascomycota dan Basidiomycota
3. Likenes hidup sebagai epifit pada batang pohon dan hidup menutup permukaan cadas maupun batuan
4. Likenes ada yang dapat hidup di celah bebatuan, sehingga disebut endolitik
5. Likenes dapat hidup mulai daerah tepi laut hingga puncak gunung, mulai daerah tropis hingga daerah kutub
7. Likenes dapat hidup tanpa syarat hidup yang tinggi
8. Likenes dapat hidup pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan
9. Likenes yang hidup di batuan yang kering, likenes juga ikut kering tetapi tidak mati. Setelah keadaan lingkungan lembab, likenes hidup aktif kembali.
10. Pada batuan yang ditumpanginya, Likenes dapat melepaskan zat kimia yang membantu pelapukan batuan tersebut.
11. Likenes disebut vegetasi perintis, karena kemampuan hidupnya pada berbagai lingkungan serta kemampuannya membantu melapukkan batuan, sehingga Likenes berperan penting dalam pembentukan tanah dari batuan.
12. Tubuh likenes adalah talus.
a. Bagian luar tampak susunan miselium yang kompak
b. Bagian dalam terdapat susunan hifa yang longgar
c. Di antara hifa yang longgar ini terdapat sel-sel alga
13. Zat organik yang diperlukan oleh jamur berasal dari alga yang mampu melaksanakan fotosintesis
14. Kebutuhan air dan hara alga dipengaruhi oleh jamur
15. Alga yang bersimbiosis dengan jamur ini dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan jamur. Namun sebaliknya jamur hanya dapat hidup dan berkembang bila bersimbiosis dengan jamur tertentu.

Mikorhiza

Mikorhiza

Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur subdivisi tertentu dan akar tumbuhan tinggi.

Jamur yang membentuk Mikorhiza umumnya berasal dari subdivisi Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota.

Berdasarkan kebiasaan hidup dari jamur pembentuk mikorhiza, mikorhiza dibedakan menjadi dua tipe yaitu endomikorhiza dan ektomikorhiza.

a. Endomikorhiza

Ciri-cirinya:
1. Hifa jamurnya hidup menembus hingga jaringan korteks akar.
2. endomikorhiza hidup bersimbiosis dengan polong-polongan, akar tanaman anggrek, kol, bit
3. Keberadaan endomikorhiza penting untuk merangsang tumbuhnya bintil akar yang membantu bersimbiosis dengan jenis bakteri tertentu. Bakteri ini membantu mempercepat fiksasi nitrogen dari udara bebas

Ektomikorhiza

Ciri-cirinya:
1. Hifa jamur yang membentuk mikorhiza hanya tumbuh pada epidermis akar, jadi tidak menembus hingga jaringan korteks
2. Jamur yang membentuk mikorhiza ini tidak dapat tumbuh dan berkembang biak tanpa adanya tanaman inang.
3. Keberadaan jamur ektomikorhiza memberi keuntungan :
a. Terlindung dari serangan jamur parasit lain
b. Terhindar dari kekeringan
c. Mengurangi ketergantungan pada organ bulu-bulu akar, sebab adanya jamur tersebut kebutuhan air dan hara telah tercukupi
d. Contoh jamur pembentuk ektomikorhiza dengan tanaman pinus adalah Boletus luteus, yakni jenis Basidiomycota yang badan buahnya berbentuk payung.

Deuteromycota

Deuteromycota

Deuteromycota sering disebut fungi imperfecti atau cendawan tidak sempurna

Karakteristik :
1. Deuteromycota alat reproduksi seksual belum jelas

2 Cara hidup sebagai parasit

3. Contohnya
a. Helminthosporium oryzae

b. Sklerotium rolfsii

Contoh Basidiomycota

Contoh Basidiomycota:
1. Volvariella volvacea (jamur merang)

IMG-20180816-WA0072IMG-20180816-WA0071

2. Pleurotes (Jamur kayu)

IMG-20180816-WA0062IMG-20180816-WA0105

3. Auricularia polytricha (jamur kuping)

4. Polyporus giganteus (jamur papan)

5. Ganoderma applanatum (jamur akar papan merah)


6. Clavaria zippelli (supa mayang)


7. Exobbasidium vexans (jamur teh)

8. Amanita ploides (jamur beracun)

Peristiwa sebelum terbentuknya ascocarp

Peristiwa sebelum terbentuknya ascocarp:
1. Kopulasi antara gametangium jantan (anteridium) dan gametangium betina (askogonium)
2. Plasmogami yaitu peristiwa bersatunya plasma kedua gametangium tersebut
3. Kariogami yaitu persatuan dua inti yang berasal dari dua gametangium tersebut menghasilkan zigot pasangan inti
4. Pembelahan reduksi dari zigot pasangan inti,dilanjutkan pembentukan askospora secara endogen.